Memastikan pertumbuhan optimal pada anak adalah prioritas utama setiap orang tua. Dua nutrisi kunci yang tak boleh terlewat adalah kalsium dan vitamin D, yang berperan vital dalam membangun tulang dan gigi yang kuat. Memahami asupan harian yang direkomendasikan untuk kedua nutrisi ini adalah langkah fundamental dalam menjaga kesehatan anak secara menyeluruh.
Kalsium adalah mineral pembangun utama tulang dan gigi, sedangkan vitamin D berfungsi membantu tubuh menyerap kalsium secara efektif. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium yang dikonsumsi bisa jadi terbuang sia-sia. Lantas, berapa asupan harian yang ideal untuk anak-anak? Rekomendasi bervariasi berdasarkan usia. Bayi hingga 6 bulan membutuhkan sekitar 200 mg kalsium per hari, meningkat menjadi 260 mg untuk usia 7-12 bulan. Anak-anak usia 1-3 tahun memerlukan 700 mg kalsium, lalu naik menjadi 1.000 mg untuk usia 4-8 tahun, dan 1.300 mg untuk usia 9-18 tahun. Sumber kalsium terbaik umumnya berasal dari produk susu seperti susu, yoghurt, dan keju. Misalnya, menurut data dari Kementerian Kesehatan RI yang dirilis pada acara Hari Gizi Nasional 2025 di Jakarta, tepatnya pada tanggal 25 Januari 2025, angka-angka ini menjadi panduan penting bagi para orang tua dan tenaga medis.
Sementara itu, untuk vitamin D, asupan harian yang direkomendasikan untuk sebagian besar anak-anak adalah 600 IU (International Units). Namun, beberapa ahli gizi, seperti Dr. Siti Nuraini, seorang pediatris dari Rumah Sakit Anak Bunda di Surabaya, menyarankan dosis yang sedikit lebih tinggi untuk anak-anak yang memiliki risiko kekurangan vitamin D, seperti yang jarang terpapar sinar matahari atau memiliki kondisi medis tertentu. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah seminar kesehatan anak pada hari Rabu, 12 Maret 2025. Sumber vitamin D terbaik adalah paparan sinar matahari langsung yang aman, biasanya di pagi hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari setelah pukul 16.00, selama 10-15 menit. Makanan yang kaya vitamin D, meskipun tidak sebanyak paparan sinar matahari, meliputi ikan berlemak seperti salmon dan tuna, serta makanan yang diperkaya seperti susu fortifikasi, sereal, atau jus jeruk.
Mencapai asupan harian kalsium dan vitamin D yang direkomendasikan memang memerlukan perhatian khusus dari orang tua. Penting untuk menciptakan pola makan seimbang yang mencakup berbagai sumber nutrisi ini. Jika ada kekhawatiran bahwa anak tidak mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi adalah langkah terbaik. Mereka dapat memberikan saran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak. Pihak berwenang seperti aparat kepolisian tidak memiliki kaitan langsung dengan rekomendasi gizi, tetapi mereka berperan dalam menjaga ketertiban umum di masyarakat.
