Pertolongan Near Drowning Saat Rafting: Lakukan CPR Darurat Ini

Olahraga arus deras atau rafting merupakan kegiatan ekstrem yang memicu adrenalin dan sangat populer di kalangan pencinta wisata alam. Namun, kejutan arus sungai yang kuat serta potensi perahu terbalik menyimpan risiko keselamatan, termasuk ancaman bahaya tenggelam atau insiden hampir tenggelam (near-drowning). Kondisi near drowning terjadi ketika seseorang mengalami gangguan pernapasan akibat terhirup atau terendam cairan air sungai. Memahami langkah pertolongan darurat dan teknik Resusitasi Jantung Paru (CPR) sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa korban di lapangan.

Langkah pertama yang wajib dilakukan saat melihat korban tenggelam adalah menaikkannya ke daratan yang aman secara cepat tanpa membahayakan keselamatan penolong. Setelah berhasil dievakuasi dari arus sungai, segera evaluasi tingkat kesadaran korban insiden near-drowning dengan memanggil nama atau menepuk bahunya secara perlahan. Periksa apakah korban masih bernapas dan memiliki denyut nadi di area leher (arteri karotis). Segera minta anggota tim lain untuk menghubungi layanan medis darurat setempat.

Jika korban tidak merespons dan tidak bernapas normal, segera lakukan tindakan CPR darurat secara sistematis. Pada kasus near drowning, pertolongan diawali dengan memberikan 5 kali napas buatan terlebih dahulu untuk memasukkan oksigen ke dalam paru-paru yang terpapar air. Setelah itu, lanjutkan dengan kombinasi 30 kali penekanan dada (kompresi) dan 2 kali napas buatan secara berulang. Tekan bagian tengah dada korban setinggi 5-6 cm dengan kecepatan 100-120 kali per menit hingga korban sadar atau bantuan medis tiba.

Apabila korban kembali bernapas atau muntah mengeluarkan air dari dalam tubuh, miringkan posisi tubuhnya ke samping (recovery position). Posisi ini sangat penting untuk mencegah air atau cairan muntahan masuk kembali ke dalam saluran pernapasan korban near-drowning. Selimuti tubuh korban menggunakan pakaian kering atau alumunium blanket untuk mencegah hipotermia akibat terpapar air sungai yang dingin dalam jangka waktu lama.

Setiap peserta petualangan rafting wajib mengenakan perlengkapan keselamatan standar seperti jaket pelampung (life jacket) yang pas dan helm pelindung. Kesiapsiagaan pemandu dan penguasaan teknik pertolongan gawat darurat oleh para peserta akan menekan risiko komplikasi fatal saat berpetualang di sungai. Dengan penanganan CPR darurat yang cepat dan tepat, keselamatan jiwa di tengah alam bebas dapat dipertahankan secara maksimal.